Jumat, 28 Oktober 2016

kehidupan dan penderitaan

Kehidupan yang membuat ku takut dan aku sekarang mengerti itu semua


                  Sebuah perjalanan yang ku lewati dari awalnya medan itu sepi dan kini ku kembali ke medan, dan di sepanjang jalan ini yang kini ku lewati begitu ramai dan dulunya ku lihat hanya persawahaan dan perpohonan kini malah daerah asal ku kini sekrang jauh dari udara segar yang sekarang menjadi perumahan atau pun ruko – ruko yang bersejajar saat ini.


            Bukan hanya ku lihat dari perubahan udara atau penduduk yang padat tapi ku lihat kini disepanjang jalan para remaja sekarang bukanya memengang alquran atau buku tapi sibuk dengan gadget atau sosial medianya. Dan para remaja ini yang ku lihat, remaja yang dibawah umur sudah menghisap rokok atau memakai narkoba. Dan ditempat yang ku kunjungi saat ini para remaja melakukan seks yang belum seharusnya mereka lakukan.


  Setelah beberapa tahun ku tinggal kan kota medan ini begitu banyak perubahan yang terjadi, bukan yang postif malahyang terjadi sebaliknya yang negatif lah yang melandas di kota medan ini. Yang ku pikirkan saat ku di Jakarta, Medan itu saat ini mungkin lebih baik dari pada Jakarta tapi kenyataanya sekarang kota medan dan jakarta tidak jauh bedanya yang terjadi saat ini.



         Tapi disisi lain kota medan memiliki hal yang positif juga yang ku dapatkan saat ku di berada orang pingiran yang tak mapmpu. Mereka bersekolah pun tak bisa tapi para orang kaya malah menghamburkan uangnya dengan membeli narkoba. Jadi lihat lah orang – orang pingiran yang tak mampu membeli sebutir nasi yang buat mereka makan sehari – hari, tapi apa…?, mereka bisa bertahan hidup dengan hidup mereka yang begitu malam.

     Selama ku dimedan ku mendapatkan pelajaran yang begitu banyak yang ku dapat kan, jadi ku tahu apa arti hidup itu sekarang atau pun untuk kedepanya.